Fakultas Syariah UIN Mataram melaksanakan Yudisium pada 6 November 2025 sebagai rangkaian penting dalam proses akademik untuk menandai kelulusan para mahasiswa. Acara yang digelar dengan khidmat ini dihadiri oleh para pimpinan universitas, dosen, serta seluruh peserta yudisium yang memenuhi auditorium dengan suasana penuh haru dan kebanggaan. Momen ini menjadi langkah awal bagi para lulusan untuk memasuki dunia profesional, khususnya di bidang hukum Islam dan pelayanan masyarakat.
Pada sesi sambutan pertama, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Muhammad Harfin Zuhdi, MA., memberikan motivasi mendalam kepada para peserta yudisium. Beliau menegaskan bahwa para lulusan inilah yang kelak akan menjadi penerus estafet kepemimpinan di dunia akademik maupun praktisi hukum. “Bisa jadi kalian yang akan menggantikan kami selanjutnya,” ujarnya, yang disambut tepuk tangan hangat dari seluruh peserta.
Dalam suasana penuh keakraban, Prof. Harfin juga mempersembahkan sebuah pantun yang menambah semangat dan keceriaan acara. “Pergi umroh ke kota Mekah, Mampir sebentar membeli kurma, Yudisium Fakultas Syariah penuh berkah, Bersama UIN Mataram menebar maslahah.” Pantun tersebut menjadi penutup sambutan yang memberikan kesan mendalam bagi seluruh hadirin.


Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag. Dalam amanatnya, beliau menekankan beberapa pesan penting yang relevan bagi para lulusan yang akan segera terjun ke masyarakat. Pesan-pesan tersebut bukan hanya motivasi, tetapi juga pedoman moral dalam menjalani kehidupan profesional dan sosial.
Rektor menyampaikan bahwa seorang intelektual harus memiliki kerendahan hati. “Semakin berisi semakin menunduk,” ujarnya, mengingatkan bahwa ilmu harus melahirkan akhlak yang baik. Beliau juga menyentil fenomena sosial kampus dengan pesan singkat namun kuat: “Yang suka demo, tobatlah,” seraya mengajak mahasiswa untuk mengedepankan dialog dan etika ilmiah dalam menyampaikan aspirasi. Tidak hanya itu, Rektor juga menegaskan bahwa pembelajar sejati adalah pemilik masa depan. Ia meminta para lulusan untuk terus menjaga silaturahmi, karena di masa mendatang bisa jadi mereka akan menggantikan para pemimpin hari ini. “Bermusafirlah kalian, niscaya akan menemukan apa yang dicari,” pesannya, mendorong para lulusan untuk memperluas wawasan melalui perjalanan dan pengalaman. Pada akhir sambutannya, Prof. Masnun menegaskan kembali peran penting lulusan Fakultas Syariah sebagai penjaga nilai keadilan di tengah masyarakat. Ia menutup dengan pesan bermakna: “Jadikan ilmu hukum untuk membantu masyarakat, bukan menakut-nakuti.” Dengan pesan ini, Yudisium Fakultas Syariah 6 November 2025 menjadi momentum tidak hanya untuk merayakan kelulusan, tetapi juga untuk meneguhkan komitmen pengabdian kepada umat dan negara.



