Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram kembali menunjukkan komitmennya sebagai pusat kajian hukum dan Islam terkemuka di Nusa Tenggara Barat dengan menggelar kuliah umum istimewa. Kegiatan bertajuk Visiting Professor, Melbourne Law School, The University of Melbourne, Australia ini sukses menarik perhatian civitas akademika UIN Mataram. Acara ini diselenggarakan di ruang sidang Fakultas Syariah UIN Mataram pada hari Kamis, 11 Desember 2025.

Kuliah umum bergengsi ini menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya, yaitu Prof. Dr. Nadirsyah Hosen, Ph.D. Beliau adalah seorang akademisi ternama yang saat ini menjabat sebagai Deputy Director CILIS (Centre for Indonesian Law, Islam and Society). Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nadirsyah Hosen membawakan tema yang sangat relevan dan kontekstual, yakni “The Relationship of Religion and State in the Muslim world” atau “Hubungan Agama dan Negara di Dunia Muslim.”

Kajian mengenai hubungan antara agama dan negara merupakan isu krusial yang terus menjadi diskursus utama dalam hukum tata negara dan politik Islam kontemporer. Dekan Fakultas Syariah UIN Mataram menyambut baik tema ini, mengingat pentingnya bagi mahasiswa dan dosen untuk memahami dinamika teoretis maupun praktis yang terjadi di berbagai negara Muslim. Fakultas Syariah UIN Mataram memandang kuliah umum ini sebagai sarana vital untuk memperkaya wawasan keilmuan, khususnya dalam perbandingan hukum dan politik Islam.

Acara diawali dengan sambutan resmi dari Dekan Fakultas Syariah UIN Mataram, Prof. Dr. Muhammad Harfin Zuhdi, M.A. Dalam sambutannya, Prof. Harfin Zuhdi menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas kesediaan Prof. Nadirsyah Hosen untuk berbagi ilmu di kampus UIN Mataram. Beliau juga menegaskan bahwa Fakultas Syariah UIN Mataram akan terus berupaya menjalin kerja sama internasional demi meningkatkan kualitas akademik dan reputasi fakultas di kancah global.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari Dekanat, para Ketua Program Studi (Kaprodi), Sekretaris Program Studi (Sekprodi), hingga ratusan mahasiswa Fakultas Syariah UIN Mataram. Tingginya antusiasme terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dan hangat. Para peserta memanfaatkan kesempatan langka ini untuk berdiskusi langsung dengan pakar hukum tata negara yang memiliki reputasi internasional tersebut.

Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan internasional ini menjadi bukti nyata keseriusan Fakultas Syariah UIN Mataram dalam mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu hukum Islam, tetapi juga memiliki perspektif global. Diharapkan, kolaborasi semacam ini akan terus berlanjut, menjadikan Fakultas Syariah UIN Mataram sebagai lokomotif pengembangan ilmu hukum dan keislaman yang terdepan, khususnya di Indonesia Timur.