Sebanyak tujuh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram berhasil lolos seleksi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara V yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dengan tuan rumah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta . Kegiatan ini berlangsung sejak 7 Juli hingga 19 Agustus 2025, dengan lokasi penempatan di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Para peserta tersebar di dua kelurahan, yakni Banjarasri dan Banjararum.

Salah satu mahasiswa UIN Mataram yang mengikuti program ini adalah Utari Nurul Ivti, dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, yang mendapatkan penempatan di Padukuhan Semak, Kalurahan Banjarasri, Kecamatan Kalibawang. Penempatan ini memberikan pengalaman unik karena masyarakat Padukuhan Semak seluruhnya beragama Katolik, sementara mayoritas peserta KKN Nusantara berasal dari latar belakang Islam.

Pada minggu pertama, adaptasi menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa karena adanya perbedaan tradisi, kebiasaan, serta pola kehidupan masyarakat setempat. Namun, seiring berjalannya waktu, interaksi yang terjalin dengan warga membuat mahasiswa semakin akrab dan mampu membaur dengan baik. Masyarakat Padukuhan Semak menyambut dengan ramah, penuh kehangatan, serta menjalin hubungan kekeluargaan yang erat. Suasana hidup berdampingan ini memberikan kesan menyenangkan sekaligus pelajaran berharga tentang arti toleransi.

Selama masa pengabdian, mahasiswa tidak hanya melaksanakan program kerja, tetapi juga turut dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Peserta KKN mengikuti doa mingguan, tirakatan, serta prosesi melayat ketika ada warga yang meninggal dunia. Dalam tradisi Katolik di wilayah ini, prosesi melayat biasanya dilakukan melalui misa jenazah di kediaman keluarga yang berduka , yang diikuti oleh umat sebagai bentuk kebersamaan dan doa bersama. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman spiritual sekaligus pemahaman tentang nilai penghormatan dan solidaritas dalam tradisi Katolik.

Selain keterlibatan dalam kegiatan keagamaan dan sosial, mahasiswa UIN Mataram juga melaksanakan sejumlah program kerja yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat. Program tersebut meliputi revitalisasi peran pemuda dalam pembangunan dusun, penguatan UMKM tenun yang menjadi salah satu mata pencaharian utama warga Banjarasri, serta pendampingan kegiatan ibu-ibu padukuhan, semarak kemerdekaan pendampingan belajar di panti asuhan Program ini mendapat apresiasi dari warga karena dinilai dapat memberikan manfaat langsung, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun pemberdayaan masyarakat.

Pengalaman hidup di tengah masyarakat Katolik di Padukuhan Semak membawa banyak hikmah bagi mahasiswa. Mereka belajar bahwa toleransi tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari. Suasana kebersamaan, rasa saling menghormati, serta keterbukaan warga memperlihatkan bagaimana perbedaan agama dan budaya dapat dirangkai menjadi harmoni yang indah.

Menutup kegiatan KKN, mahasiswa menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada masyarakat Padukuhan Semak. Utari Nurul Ivti menyatakan bahwa pengalaman ini akan menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik maupun kehidupan sosial. “Kami belajar banyak hal, tidak hanya tentang pengabdian, tetapi juga tentang toleransi, kebersamaan, dan kerukunan yang sesungguhnya. Terima kasih kepada masyarakat Padukuhan Semak atas penerimaan yang hangat dan penuh kekeluargaan,” ujarnya.

KKN Nusantara V di Padukuhan Semak tidak hanya menjadi ajang pengabdian, melainkan juga ruang pembelajaran tentang arti kebersamaan dalam keberagaman . Melalui pengalaman ini, mahasiswa UIN Mataram membawa pulang pelajaran berharga bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan jembatan untuk membangun persaudaraan yang lebih erat.