
Salah satu tradisi akademik di UIN Mataram adalah mengawali pembelajaran setiap semester dengan kegiatan Studium Generalle. Dalam rangka mengawali pembelajaran semester genap TA. 2022/2023, Fakultas Syariah UIN Mataram menggelar kegiatan Studium Generalle pada Selasa, 21 Maret 2023. Studium generale merupakan tradisi khas kehidupan di kampus-kampus besar di Eropa dan Amerika yang tradisi ilmiahnya sudah kental sekali. Kini, di Indonesia studium generale atau sering disebut sebagai kuliah umum, semakin penting dilakukan Perguruan Tinggi sebagai penambah wawasan baru. Studium Generale di UIN Mataram bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang soft skills kepada para mahasiswa dengan meghadirkan pemateri yang expert di bidangnya.
“Studium Generalle adalah agenda rutin Fakultas Syariah yang diselenggarakan setiap awal semester yang diperuntukkan bagi civitas akademika Fakultas Syariah, terutama para Mahasiswa/i” ungkap Dekan Fakultas Syariah Dr. Moh. Asyiq Amrulloh dalam laporan mewakili Panitia sekaligus sambutannya. “Oleh karena itu wajib diikuti dengan baik oleh segenap mahasiswa dengan sebaik-baiknya.” Lanjut beliau.

Kegiatan yang diikuti 600 orang mahasiswa dan sebagian besar Dosen serta civitas akademika ini berlangsung di auditorium utama kampus II UIN Mataram dan dibuka langsung oleh Rektor UIN Mataram. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya tema yang diangkat dalam Studium Generalle kali ini.
“Tema Zakat dan Pajak ini merupakan tema lama namun tetap aktual untuk dibahas dan diperbincangkan. Studium Generale ini sebagai ikhtiar kita untuk mempersiapkan lulusan yang memiliki kualitas dan kapabilitas” Ungkap Prof. Dr. Masnun dalam sambutan sekaligus membuka acara.
Acara Studium Generalle dengan tema: “Fiqih Zakat dan Pajak di Era Society 5.0” dihadiri oleh Dr. Fakhruddin, M.HI sebagai Narasumber. Beliau saat ini mengemban tugas sebagai Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, salah satu program studi dengan akreditasi unggul di UIN Maliki Malang.
Dalam pemaparannya pria kelahiran Lombok Timur 1973 ini tidak hanya menyampaikan secara lugas tentang pentingnya aktualisasi Fiqih Zakat dan Pajak di era kontemporer tetapi juga banyak menyisipkan motivasi dan lecutan semangat bagi para mahasiswa dalam menjalani masa – masa perkuliahan.