
Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Mataram menggelar yudisium semester genap TA. 2022/2023 Periode II, Senin 10 Juli 2023. Kegiatan ini berlangsung di ruang sidang fakultas syariah, pada kesempatan tersebut Rektor UIN Mataram Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag. hadir untuk mengikuti prosesi yang dipimpin oleh Dr Moh . Asyiq Amrulloh, MAg. selaku Dekan.
Sebanyak 97 Mahasiswa mengikuti kegiatan yudisum, mereka berasal dari tiga program studi (prodi) yaitu Prodi Hukum Keluarga Islam (Ahwalus Syakhshiyyah) sebanyak 38 Orang, Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) 45 Orang, dan Prodi Ilmu Falak sebanyak 14 orang.
Mengawali kegiatan, Dekan Fakultas Syariah UIN Mataram menyampaikan bahwa setelah melewati seluruh rangkaian perkuliahan di Fakultas Syariah UIN Mataram dan berakhir dengan prosesi yudisium ini, mahasiswa/i berhak menyandang gelar sarjana hukum.
”Capaian hari ini adalah kebahagiaan atas kesabaran yang kalian tempuh, semakin banyak usaha semakin banyak pula hasil yang kita dapatkan.” Ucap Dr. Asyiq sembari menyitir kaidah fiqhiyyah “Maa kaana aktsara fi’lan kaana aktsara ajran. Setiap jerih payah yang lebih banyak akan mendapatkan balasan yang lebih banyak pula.”
Dekan yang juga dosen Kaidah Fiqhiyyah juga menyampaikan kepada peserta yudisium untuk bersyukur sebagai alumni UIN Mataram. “Bersyukurlah kepada allah sebagai bentuk perjuangan yang dimulai dari awal semester hingga detik ini, bukankah ini sebuah proses yang sangat panjang. Kesyukuran itu dengan mengamalkan ilmu dan menularkan kepada orang lain. Sebagai alumni kalian tetap sebagai bagian dari UIN Mataram, jagalah integritas dan karakter baik dalam berkiprah di tengah-tengah masyarakat.” pesannya kepada para lulusan fakultas syariah.
Sementara itu, Rektor UIN Mataram dalam sambutannya menekankan bahwa betapa luar biasa nikmat Allah berikan, sampai menjadi seorang sarjana dan dapat menyelesaikan pendidikan S1, meski bahkan untuk menempuhnya dengan tertatih – tatih dan penuh perjuangan.
“Kalian harus pandai-pandai berterima kasih, baik itu kepada orang tua, unsur pimpinan fakultas (Dekan,Wakil Dekan, Pimpinan Prodi), dan semua dosen serta civitas akademika. Karena dalam setiap tahapan yang kalian lalui pasti ada orang yang membantu jadilah sarjana yang pintar berterimah kasih,” tambahnya.
Guru Nun sapaan akrabnya juga memotivasi para peserta yudisium untuk jangan berhenti sampai pada jenjang pendidikan Strata 1, bercita-citalah untuk melanjutkan study dan saya berharap ada sekitar 30-40% yang melanjutkan study S2, tidak cukup menjamin kalau hanya menyandang gelar sarjana S1. Termasuk dengan melanjutkan pendidikan pada Pascasarjana UIN Mataram yang saat ini juga sudah memiliki Jenjang S2 bahkan S3 untuk prodi HKI dan S2 untuk Ekonomi Syariah.
“Jangan pernah berfikir dari mana kita mendapatkan dana, karena akan ada saja nikmat yang diberikan oleh Allah didalam menuntut Ilmu, orang yang menuntut ilmu dijamin rezekinya oleh Allah SWT.” tuturnya.
Rektor juga berharap bahwa Fakultas Syariah akan terus berkembang dan melahirkan generasi terdidik yang akan bisa memberikan andil terbaik dalam kehidupan masyarakat.
“Saya yakin Fakultas Syariah akan terus maju, terlebih saat ini Syariah dengan prodi HKI menjadi salah satu prodi setelah PAI yang memiliki jenjang lengkap S1, S2 dan S3. Bahkan juga telah membuka program studi baru umum yaitu Prodi Hukum Bisnis sehingga nomenklatur fakultas syariah akan menjadi Fakultas Syariah dan Hukum.” paparnya.

Pada acara yudisium ini juga diumumkan mahasiswa terbaik Fakultas dan masing-masing program studi. Putri Rizkika Purnama Sari ditetapkan sebagai Mahasiswa Terbaik Fakultas sekaligus mahasiswa terbaik Prodi Ilmu Falak dengan IPK 3.82. Sementara Nur Aida Mekahani sebagai Mahasiswa Terbaik Prodi HKI dengan IPK 3.77 dan Nurhidayani sebagai Mahasiswa Terbaik Prodi HES dengan IPK 3.76.
Acara yudisium diakhiri dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh M. Riadhussyah dengan tema orasi “Prevent Child Marriage by Improving Education in West Nusa Tenggara.” Orasi dengan berbahasa Inggris ini disampaikan dengan semangat oleh Dosen Prodi HKI yang juga merupakan awardee beasiswa LPDP ini.

Dalam orasinya, pak Riyan sapaan akrabnya memaparkan poin poin penting dari penelitian nya yang telah ditulis dan dimuat di jurnal internasional terindeks Scopus Q1 Samarah.