Mataram – Sebagai wujud komitmen tinggi dalam menjaga standar kualitas pendidikan, Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menggelar Rapat Evaluasi Perkuliahan Semester Ganjil dan Persiapan Perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan strategis ini dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Aula Lantai 1 Fakultas Syariah. Agenda ini menjadi momentum penting bagi seluruh civitas akademika untuk memastikan proses pembelajaran berjalan semakin progresif dan berdaya saing.
Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Muhammad Harfin Zuhdi, M.A., memimpin langsung jalannya rapat dengan memberikan arahan yang visioner. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa evaluasi bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen vital untuk quality control. Prof. Harfin menegaskan bahwa Fakultas Syariah UIN Mataram harus terus berlari kencang menjadi barometer pendidikan hukum Islam yang unggul, di mana setiap semester harus menunjukkan grafik peningkatan mutu, baik dari sisi pengajaran dosen maupun serapan keilmuan mahasiswa.
Fokus utama dalam pertemuan ini adalah pembahasan mendalam mengenai capaian pembelajaran pada Semester Ganjil yang baru saja berlalu. Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Hj. Teti Indrawati P. S.H., M.H., memaparkan data komprehensif terkait kinerja akademik. Beliau menyoroti pentingnya konsistensi penerapan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan hukum kontemporer. Evaluasi ini dilakukan secara transparan dan objektif demi perbaikan berkelanjutan, memastikan tidak ada kendala teknis maupun substantif yang terulang di masa depan.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan Offering Mata Kuliah untuk Semester Genap T.A 2025/2026. Sesi ini menjadi sangat krusial karena menentukan distribusi beban kerja dosen dan pemetaan keahlian yang sesuai dengan mata kuliah yang diampu. Proses offering dilakukan dengan cermat dan teliti, melibatkan dialog konstruktif antara pimpinan fakultas dengan para Ketua dan Sekretaris Program Studi (Kaprodi dan Sekprodi). Hal ini bertujuan agar setiap mata kuliah diampu oleh dosen yang memiliki kompetensi linier dan kepakaran yang mumpuni.
Dukungan manajerial dan fasilitas juga menjadi sorotan Wakil Dekan II, Prof. Dr. Gazali, M.H. Dalam forum tersebut, beliau memastikan kesiapan sarana dan prasarana penunjang perkuliahan untuk semester mendatang telah optimal. Prof. Gazali menekankan bahwa kenyamanan dan kelengkapan fasilitas merupakan hak mahasiswa dan kewajiban institusi. Komitmen pelayanan prima dari tenaga kependidikan (Tendik) juga ditegaskan kembali agar proses administrasi akademik berjalan cepat, tepat, dan ramah.
Sementara itu, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Nuruddin, M.H., memberikan perspektif terkait dampak perkuliahan terhadap prestasi mahasiswa. Beliau berharap persiapan matang di awal semester ini akan menciptakan iklim akademik yang kondusif, yang pada gilirannya akan memacu mahasiswa Fakultas Syariah untuk lebih berprestasi di kancah nasional maupun internasional. Sinergi antara kualitas perkuliahan di dalam kelas dengan kegiatan pengembangan diri di luar kelas menjadi kunci pencetak lulusan yang holistik.
Antusiasme tinggi terlihat dari seluruh peserta rapat yang terdiri dari para Kaprodi, Sekprodi, Dosen, dan Tenaga Kependidikan Fakultas Syariah. Diskusi berjalan dinamis dengan berbagai masukan konstruktif dari para dosen senior maupun dosen muda. Kekompakan ini menunjukkan bahwa Fakultas Syariah UIN Mataram memiliki tim yang solid dan satu visi dalam memajukan institusi. Semangat kolaboratif ini menjadi modal sosial terbesar fakultas dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era 2026.

Menutup kegiatan, rapat menghasilkan beberapa kesepakatan strategis dan jadwal perkuliahan yang telah terintegrasi. Dengan selesainya agenda evaluasi dan persiapan ini, Fakultas Syariah UIN Mataram menyatakan kesiapannya untuk menyambut Semester Genap T.A 2025/2026 dengan semangat baru. Langkah ini semakin mengukuhkan reputasi Fakultas Syariah sebagai institusi yang tidak hanya mengutamakan kuantitas, tetapi memprioritaskan kualitas dan integritas akademik di atas segalanya.