Jum’at, 06 November 2024, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Ekonomi Syari’ah (Muamalah) Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Mataram menghelat agenda besar, Festival Muamalah (Mufest) dengan mengusung tema “Bersatu Dalam Perbedaan”, menyambut harmoni, mempererat tali silaturrahim, dan meningkatkan keberkahan dalam setiap interaksi.
Kegiatan ini sendiri dilakukan dalam dua rangkaian, pembukaan dilaksanakan di ruang sidang Fakultas Syari’ah pukul 09.00 Wita sampai 10.00 Wita yang dihadiri oleh Wakil Dekan 3 Fakultas Syari’ah, Ketua Prodi Hukum Ekonomi Syari’ah (Muamalah) dan beberapa perwakilan mahasiswa.
Ketua Prodi Hukum Ekonomi Syari’ah (Muamalah) Dr. Syukri, M.Ag. dalam sambutannya menegaskan bahwa mahasiswa Prodi HES diharapkan memiliki prestasi akademik dan non akademik. Prestasi akademik dibuktikan dengan keberhasilan meraih juara dalam kompetisi ilmiah dan prestasi non akademik dibuktikan dengan perolehan prestasi di luar pendidikan formal seperti prestasi dalam bidang seni dan oleh raga, kepemimpinan dan pelayanan masyarakat. Kedua kemampuan tersebut harus dimiliki secara balance, sambungnya. Adapun wakil Dekan 3 Dr. Saprudin, M.Si., membuka kegiatan Festifal Muamalah seara resmi.

Kegiatan inti Muamalah Festival (Mufest), pada mulanya dijadwalkan pada pukul 16.00 Wita, namun karena hujan, diundur setelah Maghrib. Kegiatan ini dipandu oleh host-host keren dan hebat. Persembahan pertama, yaitu tari dipersembahkan oleh mahasiswi Hukum Ekonomi Syari’ah Semester 1. Tari tersebut merupakan jenis tari kreasi yang berkembang dari tradisi daerah maupun dari tari klasik dengan elemen-elemen baru untuk memberikan sentuhan modern dan inovasi artistik.
Persembahan berikutnya, tari tradisional Gandrung yang berasal dari daerah Banyuwangi. Tarian ini memiliki ciri khas sebagai bentuk ungkapan syukur masyarakat. Gandrung dalam bahasa Jawa berarti “terpesona” .
Selanjutnya, persembahan Ngurek oleh beberapa mahasiswa semester 1 Prodi HES dan media partner. Ngurek sendiri memiliki unsur ritualisme dan mistis yang khas, dikarenakan orang yang melakukannya hanyalah orang-orang professional dengan menusukkan keris dan menggesekkan pisau ke tubuh mereka tanpa luka sedikitpun. Persembahan Ngurek ini membuat penonton merasa was-was karena khawatir membahayakan lakonnya. Namun sebagaimana pertunjukan yang biasa dilakukan, mereka tidak mengalami luka sedikitpun.

Persembahan yang tidak kalah menarik adalah orasi ilmiah yang dipersembahkan oleh mahasiswi semester 3 Prodi HKI dan mahasiswa semester 3 Prodi HES. Orasi ilmiah yang disampaikan dengan penuh semangat itu disambut antusias oleh para hadirin. Orasi ilmiah ini bertujuan menyampaikan ide, gagasan, atau temuan yang bersifat ilmiah dalam rangka meningkatkan pengetahuan mahasiswa.
Persembahan diakhiri dengan perlombaan fashion show dan penampilan Grup Band “The Vuiton” dengan 10 lagunya sebagai Gong kegiatan pada malam itu. Penampilan tersebut disambut penuh antusias dan meriah oleh para penonton dengan ikut bernyayi secara bersama-sama.