Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menunjukkan semangat akademik yang tinggi dengan melakukan wawancara ilmiah bersama Muhammad Dimas Hidayatullah Wildan, M.HI. Selaku sekretaris Jurusan (Sekjur) Hukum Ekonomi Syariah (HES) UIN Mataram. Kegiatan ini terlaksana pada hari jumat, 17 April 2026 dengan memfokuskan pada pembahasan mendalam mengenai metode istinbat hukum sebagai fondasi utama dalam pengembangan hukum Islam.

Wawancara berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh antusiasme. Mahasiswa Fakuktas Hukum UMMAT memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali pemahaman yang lebih komprehensif terkait cara para ulama dan akademisi merumuskan hukum dari sumber-sumber syariat.

Dalam penjelasannya, Sekjur HES UIN Mataram menegaskan bahwa metode istinbat hukum tidak hanya bersandar pada teks normatif seperti Al-Qur’an dan Hadis, tetapi juga memerlukan pendekatan metodologis melalui perangkat ushul fiqh. Ia menjelaskan bahwa instrumen seperti ijma’ dan qiyas memiliki peran penting dalam menjawab persoalan hukum yang tidak secara eksplisit disebutkan dalam nash.

“Proses istinbat hukum harus dilakukan secara sistematis, dengan mempertimbangkan aspek bahasa, konteks sosial, serta tujuan syariat (maqashid al-syariah),” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa mahasiswa hukum Islam di era modern harus mampu mengintegrasikan antara pemahaman klasik dan realitas kontemporer. Hal ini penting agar hukum yang dihasilkan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga solutif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari para mahasiswa Fakultas Hukum UMMAT. Mereka mengaku memperoleh perspektif baru, khususnya dalam memahami bagaimana teori ushul fiqh diaplikasikan dalam praktik hukum ekonomi syariah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi akademik antara Fakulats Hukum UMMAT dan Fakultas Syariah UIN Mataram, serta mampu memperkaya wawasan mahasiswa dalam bidang hukum Islam. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat tradisi ilmiah yang kritis dan konstruktif di kalangan generasi muda.