Fakultas Syariah UIN Mataram menggelar Seminar Nasional bertema “Arah Baru Ilmu Falak dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan Era Society 5.0”  bertempat di hotel Aston Inn Mataram pada hari Rabu 16 Agustus 2023. Seminar ini diselenggarakan dengan tujuan membentuk ide akademis yang dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan kefalakiyahan (Astronomi Islam) dalam menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 dan Era Society 5.0 sekaligus untuk meningkatkan kompetensi dosen, mahasiswa, dan tendik di lingkungan Fakultas Syariah UIN Mataram. Acara ini dihadiri oleh 75 peserta yang terdiri dari seluruh staf, mahasiswa, dan stakeholder Fakultas Syariah.

Dekan Fakultas Syariah, Bapak Dr. Moh. Asyiq Amrulloh, M.Ag. menjelaskan dalam sambutannya bahwa seminar nasional ini merupakan agenda tahunan Fakultas Syariah dengan tema kegiatan menyesuaikan bidang keilmuan program studi yang berada di Fakultas Syariah UIN Mataram, sehingga tema seminar nasional ini dipergilirkan setiap tahunnya. Beliau juga menambahkan berdasarkan hasil musyawarah antara unsur Dekanat dengan seluruh Kaprodi dan Sekprodi Fakultas Syariah maka seminar nasional tahun 2023 ini bertemakan perkembangan Ilmu Falak.

Indutri 4.0 adalah era teknologi informasi sementara era Society 5.0 merujuk pada sebuah konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi. Komponen utamanya adalah manusia yang memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai baru melalui perkembangan teknologi, Teknologi hadir sebagai solusi yang memudahkan kehidupan manusia, Dengan demikian, manusia dituntut bisa menguasai teknologi bukan berlaku sebaliknya. Inilah yang menjadi tantangan kita bersama. Begitu pula di bidang Ilmu Falak, perkembangan yang terjadi pada keilmuan ini tentu saja akan menimbulkan perbedaan dengan sebelumnya. Namun, konsep ini menuntut kita untuk bisa beradaptasi dengan segala bentuk perubahan-perubahan yang ada dan harapannya  para dosen, peneliti, dan mahasiswa yang bergelut di Ilmu Falak bisa lebih fokus menciptakan inovasi dan berkreasi dengan ide-ide baru secara lebih aktif.” lanjutnya.

Seminar ini dibuka oleh Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., dalam sambutannya beliau menekankan tentang “Urgensitas kita melakukan seminar nasional ini adalah dalam rangka me-refresh pengetahuan kita, untuk memperluas cakrawala keilmuan kita.”

Beliau menjelaskan kita dapat menemukan dalam Al-Quran banyak sekali ayat-ayat terkait Ilmu Falak dan bisa menjadi diskursus yang sangat kuat dalam karya dan kitab-kitab Ilmu Falak.

Seminar nasional ini menghadirkan kepala Observatorium Astronomi Sunan Ampel (OASA) Surabaya, Nopi Sopwan, M.Si. dan Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mataram, Ardhianto Septiadhi, S.Si.

Bapak Nopi Sopwan, M.Si. memaparkan revolusi industri hingga saat ini sudah melewati empat tahap industri. Begitu juga dengan konsep Society 5.0 merupakan penyempurnaan dari konsep-konsep yang ada sebelumnya. Konsep Society 5.0 ini pada dasarnya adalah kemajuan teknologi ditujukan untuk memudahkan manusia dalam menyelesaikan segala urusan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

“Perkembangan Astronomi dapat dilihat pada timeline penemuan dan instrumen yang digunakan dalam Astronomi. Diketahui bahwa perkembangan pengamatan astronomi terbagi menjadi 3 tahap, yaitu: 1. Konvensional, 2. Remote Access, dan 3. Robotik. Kondisi ini menunjukkan bahwa perkembangan dalam proses pengamatan astronomi juga ikut menyesuaikan perkembangan revolusi industri dan era society. Pengamatan Astronomi dan Ilmu Falak yang dahulu dilakukan secara langsung dengan mata telanjang kini sudah dapat dilakukan dengan memanfaatkan teleskop canggih, misalnya dalam pengamatan hilal. Fenomena ini mengindikasikan bahwa perkembangan teknologi telah diterima secara syar’i.” Jelas beliau.

Sementara, Bapak Ardhianto Septiadhi, S.Si menjelaskan bahwa BMKG sebagai instansi pemerintah yang berkaitan dengan keilmuan falak memiliki peran sebagai penyedia data dan informasi hilal di Indonesia. BMKG memiliki peta lokasi teleskop dan tower hilal yang tersebar di seluruh Indonesia. Data hasil pengamatan/rukyah hilal tersebut selanjutnya disimpan pada server BMKG pusat dan dapat diakses secara luas oleh masyarakat melalui website resmi BMKG http://www.bmkg.go.id/hilal. Upaya ini merupakan bentuk penyesuaian yang dilakukan BMKG menghadapi revolusi industri 4.0 dan era society 5.0.

Bapak Dr. Arino Bemi Sado, S.Ag., M.H. selaku Kaprodi Ilmu Falak UIN Mataram sekaligus narasumber ketiga dalam seminar ini juga menambahkan bahwa proses Digitalisasi ilmu falak menjadi momen adanya digitalisasi instrumen. Dahulu yang tadinya menggunakan alat sederhana seperti tongkat, rubuk, kalkulator. Saat ini beralih ke instrumen digital yang bisa diakses oleh smart phone.

Beliau menjabarkan bahwa era modern dengan digitalisasinya mampu menjadikan seseorang hanya perlu menginput beberapa data untuk bisa mendapatkan jadwal waktu shalat dalam setahun. Ini adalah realita keilmuan yang harus diperhatikan dan dipelajari dengan baik. Dengan demikian, digitalisasi Ilmu Falak bisa dijadikan sebagai wasilah Al-Hukm Al-Maqashid.

“Harapannya Seminar Nasional Fakultas Syariah ini dapat memberikan mamfaat bagi dosen maupun mahasiswa demi kemajuan Ilmu Falak di Masa Mendatang”. Tutup beliau.