SEKILAS INFO
01-10-2022
  • 2 bulan yang lalu / Batas Pembayaran UKT Tanggal 31 Juli 2022, Ingat Bayar Ya
17
Sep 2022
0
Certificate Course on  International Humanitarian Law and Islamic Law Related to Armed Conflict Jointly organised by  International Committee of the Red Cross (ICRC) Regional Delegation for Indonesia and Timor Leste,  and the Faculty of Sharia of State Islamic University Mataram, West Nusa Tenggara

Mataram (UIN Mataram & ICRC) – Pada 12-16 September 2022, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Mataram bekerja sama menyelenggarakan Kursus Bersertifikat tentang “Hukum Humaniter Internasional (HHI) dan Hukum Islam Terkait Konflik”.

Kursus ini merupakan kali keenam diselenggarakan ICRC di Indonesia, setelah sebelumnya diselenggarakan di Jakarta (2015), Makassar (2016), Banda Aceh (2017), Banjarmasin (2018), dan Surabaya (2019). Karena alasan pandemi, kursus seperti ini tidak diselenggarakan pada tahun 2020 dan 2021, tetapi menggantinya dengan kursus penyegaran secara online.

Kegiatan Sertifikasi

Dalam sambutannya Alexandre Faite, Kepala Delegasi Regional ICRC untuk Indonesia dan Timor-Leste mengatakan, penyebarluasan pemahaman tentang Hukum Humaniter Internasional merupakan mandat penting ICRC selaku organisasi internasional, baik di negara-negara yang dilanda konflik maupun negara damai. Dan kursus kita ini merupakan bagian dari pengamalan mandat tesebut. Kursus ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kita semua tentang Hukum Humaniter Internasional, termasuk hubungannya dengan Hukum Islam terkait konflik yang bapak-ibu lebih pahami, dan kuasai dan nilai-nilai kemanusiaan dalam berbagai agama dan budaya secara umum.

Sebagaimana sudah diketahui, ICRC atau Komite Internasional Palang Merah adalah organisasi kemanusiaan yang netral, mandiri, tidak memihak. ICRC sudah berumur lebih dari dari 150 tahun, beroperasi di sekitar 100 negara, dan telah hadir di Indonesia tepat selama 80 tahun, sejak tahun 1942. Dalam masa yang panjang dan ruang lingkup yang luas itu, ICRC selaku satu-satunya organisasi internasional yang telah menerima Nobel Perdamaian sebayak tiga kali, telah berinteraksi dengan banyak kelompok; sipil atau militer, kombatan dan non-kombatan, penguasa maupun pemberontak, tokoh agama atau orang biasa, serta berbagai pihak dengan latar belakang yang sungguh beragam.

Dalam rangka meluaskan dan membumikan pemahaman tentang Hukum Humaniter Internasional, ICRC pun telah melakukan berbagai upaya kontekstualisasi, termasuk dengan cara meninjau ulang kaitan antara HHI dengan hukum Islam dan bahkan kaitan HHI dan nilai-nilai kemanusian yang terkandung dalam berbagai ajaran agama dan budaya secara luas.

Rektor UIN Mataram

Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag.

Prof. Dr. H. Masnun Tahir (selaku Rektor UIN Mataram) dan Dr. Moh. Asyiq Amrulloh, M.Ag, (selaku Dekan Fakultas Syariah UIN Mataram) melanjutkan sambutan dengan terlebih dahulu memberikan apresiasi kepada ICRC yang terus menyelenggarakan kegiatan Kursus Bersertifikat tentang “Hukum Humaniter Internasional (HHI) dan Hukum Islam Terkait Konflik” serta menyambut baik kolaborasi dengan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Mataram untuk kegiatan di tahun ini. Beliau juga memberi gambaran urgensi implementasi HHI dengan memberi contoh kasus perang Rusia-Ukraina serta konflik Palestina dan Israel yang terus berlanjut, dan menekankan bahwa HHI memiliki peran penting dalam memberikan pelindungan terutama bagi pihak-pihak yang terdampak perang, seperti masyarakat sipil, pengungsi, dan lain-lain.

Sejak tahun 2000-an, ICRC telah menjalin kerjasama dengan akademisi, ulama, dan berbagai kelompok sipil, di Pakistan maupun Afghanistan, Suriah maupun Yordania, Filipina ataupun Indonesia. Di Indonesia sendiri, kerjasama serupa telah kita jalin sejak satu dekade silam dengan para ulama, aktivis, pengasuh pesantren, dan beberapa akademisi perguruan tinggi seperti UIN dan IAIN. Terkait hukum Islam, kita telah pula menerbitkan 3 buku rujukan: Islam dan Hukum Humaniter Internasional (2012), Islam dan Urusan Kemanusiaan (2015), dan buku Hukum Perang Islam yang terbit pada tahun 2019. Buku yang terakhir ini adalah rujukan penting tentang Islam dan Hukum Humaniter Internasional yang ditulis oleh Penasehat Hukum Islam ICRC di Jenewa, Dr. Ahmed al-Dawoody—beliau saat ini ada bersama kita dan akan memberi banyak pencerahan tentang topik yang kita bahas.

Kursus Bersertifikat tentang “Hukum Humaniter Internasional (HHI)” merupakan program tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Delegasi Regional ICRC untuk Indonesia dan Timor-Leste bekerja sama dengan berbagai universitas di Indonesia. Untuk memperkenalkan HHI ke kalangan yang lebih luas. Tahun ini, cakupan kegiatan diperluas dengan mengundang peserta dengan latar belakang yang lebih beragam dari sebelumnya.

Pengumuman

Pengumuman Praktik Kerja Lapangan Fakultas Syariah UIN Mataram T.A. 2022/2023

Hasil Verifikasi Berkas dan Pembagian Lokasi Praktik Kerja Lapangan Tahun 2021

STUDIUM GENERAL FAKULTAS SYARIAH UIN MATARAM T.A. 2021/2022