Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa melalui penyelenggaraan Kuliah Umum bertajuk “Pendekatan Kajian Budaya dalam Studi Agama dan Tradisi Lisan sebagai Kajian Bahasa, Sastra, dan Budaya”. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Fakultas Syariah dengan menghadirkan dua narasumber dari Universitas Udayana, Bali, yakni Dr. Nanang Sutrisno, M.Si., dan Dr. I. Wayan Suardiana, M.Hum.
Acara kuliah umum ini dihadiri oleh sekitar 60 peserta yang terdiri dari mahasiswa program S1 Fakultas Syariah, S2 dan S3. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme, karena tema yang diangkat memberikan perspektif baru dalam memahami relasi antara agama, tradisi lisan, dan nilai-nilai budaya lokal yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.
Wakil Dekan II Fakultas Syariah, Prof. Dr. Gazali, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran tim kuliah umum dan sosialisasi dari Universitas Udayana. Beliau menekankan pentingnya kegiatan seperti ini sebagai wadah penguatan jejaring akademik antar perguruan tinggi, sekaligus sebagai upaya memperkaya pendekatan kajian keislaman melalui perspektif budaya.
“Pendekatan budaya sangat penting untuk memahami fenomena sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, agar kita bisa menilai apakah suatu praktik itu memiliki nilai budaya atau hanya sebatas aktivitas biasa,” tutur Prof. Gazali dalam sambutannya yang disambut dengan tepuk tangan hangat peserta.
Lebih lanjut, Prof. Gazali juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi langkah awal menuju kerja sama formal antara Fakultas Syariah UIN Mataram dan Universitas Udayana. Menurutnya, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di masa mendatang akan membuka peluang besar bagi kolaborasi penelitian, pertukaran dosen, serta pengembangan kurikulum berbasis budaya dan kearifan lokal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Dr. Nuruddin, M.H., serta sejumlah dosen dan tenaga kependidikan. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan atmosfer akademik yang kolaboratif dan lintas disiplin, terutama dalam bidang hukum, budaya, dan agama.
Dalam pemaparannya, Dr. Nanang Sutrisno, M.Si., menjelaskan bahwa studi agama tidak bisa dilepaskan dari konteks budaya di mana agama itu dipraktikkan. Menurutnya, tradisi lisan yang hidup di masyarakat sering kali menjadi medium penting dalam mentransmisikan nilai-nilai keagamaan, moral, dan sosial. Oleh karena itu, pendekatan budaya membuka ruang dialog antara teks agama dan realitas kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Dr. I. Wayan Suardiana, M.Hum., menyoroti pentingnya bahasa dan sastra sebagai pintu masuk untuk memahami ekspresi keagamaan dan budaya masyarakat Nusantara. Ia mencontohkan bagaimana tradisi tutur, syair, dan cerita rakyat dapat merefleksikan nilai-nilai spiritual dan kebijaksanaan lokal yang sejalan dengan ajaran agama.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pemaparan dan diskusi. Beberapa mahasiswa mengajukan pertanyaan seputar bagaimana cara mengintegrasikan pendekatan budaya dalam penelitian hukum Islam dan bagaimana tradisi lokal dapat menjadi sumber inspirasi dalam membangun harmoni sosial di tengah keberagaman.
Kegiatan kuliah umum ini diakhiri dengan penyerahan cendera mata dan sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, Fakultas Syariah UIN Mataram berharap dapat memperkuat tradisi ilmiah yang terbuka terhadap berbagai pendekatan kajian, serta meneguhkan peran akademisi dalam menjaga nilai-nilai budaya dan keagamaan bangsa.-Dr. Abdullah, MH