MATARAM: Fakultas Syariah UIN Mataram kembali menggelar Studium Generale pada Senin (17/2/2025) di Auditorium kampus II UIN Mataram.
Studium Generale yang mengangkat tema “Menyikapi Potensi Perbedaan Awal Bulan Ramadhan 1446 H” dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Mataram Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag. Turut hadir dalam acara ini antara lain Dekan, jajaran wakil dekan, dosen, dan civitas akademika fakultas syari’ah UIN Mataram lainnya.
Kuliah umum yang dilaksanakan oleh Fakultas Syariah dan Hukum UIN Mataram, mengundang pembicara Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, M.Sc. Professor Riset Astronomi Astrofisika BRIN.

Dekan Fakultas Syariah UIN Mataram Dr. Moh. Asyiq Amrulloh, M.Ag. dalam sambutannya menerangkan tradisi fakultas syariah yang selalu melaksanakan studium generale di awal tahun ajaran baru dengan mengundang para akademisi dari berbagai perguruan tinggi maupun praktisi untuk menambah wawasan dan memperbaharui keilmuan dalam bidang syariah dan hukum.
Selanjutnya Dr. Moh. Asyiq Amrulloh, M.Ag. menerangkan tema dalam studium generale yang diangkat pada kesempatan tersebut merupakan bagian dari cara fakultas syariah untuk mendudukan persoalan yang telah lama menjadi perbedaan pandangan masyarakat muslim khususnya di Indonesia dalam menentukan awal ramadhan dan Idul Fitri “Masing-masing dua kelompok yang berbeda dari dahulu belum menemukan titik temu metode dalam menentukan awal ramdhan apakah dengan rukyatul hilal ataupun dengan hisab, kedua belah pihak tentu memiliki argumentasi dan dalil yang kuat bahkan dalilnya sama, namun cara melihatnya berbeda ”. Pungkasnya.

Di sisi yang sama Rektor UIN Mataram Prof. Dr. Masnun Tahir, M.Ag. mengungkapkan kesyukurannya karena kegiatan akademik yang berlangsung di UIN Mataram berjalan sesuai denan kalender akademik yang telah direncanakan, termasuk mengawali perkuliahan yang dilaksanakan oleh fakultas syariah pada semester genap ini. Pungkasnya.
Selanjutnya Prof. Masnun (sapaan akrabnya) menjelaskan tema yang diusung oleh fakultas syariah pada semester kali ini sangat relevan dan penting, selain dikarenakan bulan suci ramdhan yang sebentar lagi akan tiba juga memberikan tambahan wawasan bagi civitas akademika fakultas syariah dalam menjelaskan perbedaan metode penentuan awal ramdhan yang selama ini belum menemukan titik temunya. Sehingga posisi kita bukan saja sebagai seorang muqallid (hanya mengikuti saja), namun sebagai seorang muttabi’ seraya menyebutkan terminologinya “qobulu quli al-qail bi hujjatin” menerima pendapat ahli dibarengi dengan mengetahui argumentasinya. Terangnya.
Menutup sambutannya sebelum membuka acara, beliau berpesan kepada para mahasiswa “Untuk rajin-rajinlah dan sungguh-sungguhlah kalian belajar, dan jadikanlah bulan ramdhan yang sebentar lagi tiba sebagai rest area spritual untuk terus semakin rajin membaca, belajar dan tidak malas-malasan. Pesannya. Acara Studium General Fakultas Syariah dan Hukum UIN Mataram berjalan secara khidmat hingga selesai.
