Ahad, 5 Mei 2019 Fakultas Syariah mengadakan workshop pembimbingan wali studi bagi dosenPNS, non PNS, dan dosen CPNS . Workshop yang dilaksanakan di Fave Hotel tersebut mendatangkan Dr. Wildan, M.Pd selaku narasumber dan Dr. Ayip Rosidi sebagai moderator acara workshop.

Sebagai tuan rumah acara workshop, Dr. Musawar, M.Ag selaku dekan menegaskan perlunya acara ini bagi dosen-dosen di lingkungan Fakultas Syariah agar dapat mendukung kemajuan kegiatan akademik di lingkunganFakultas Syariah, dan memberikan gambaran bagaimana para dosen ke depannya memberikan bimbingan akademik kepada mahasiswa, mengingat situasi saat ini yang sudah berbeda akibat perubahan sistem dari offline menjadi online.

Adapun Rektor UIN Mataram selaku undangan menceritakan pengalamannya ketika menjadi mahasiswa dan mendapatkan bimbingan dari dosen-dosen yang benar-benar aware (peduli) pada mahasiswa. Hasil yang diperoleh dari kegiatan wali studi yang dilaksanakan dengan tepat tidak hanya berdampak pada mahasiswa namun juga pada civitas akademika. Rektor juga mengingatkan bahwa perubahan zaman saat ini jangan sampai menghambat hubungan yang interaktif antara dosen dengan mahasiswa. Di akhir sambutannya Rektor berharap UIN Mataram menjadi salah satu kiblat ilmu dan memiliki ciri khas yang menjadi keunikan serta keunggulan di antara perguruan tinggi lain.

Dr. Wildan selaku narasumber membagi kisah bagaimana menjadi walistudi yang proaktif dalam mendukung lancarnya kegiatan akademik mahasiswa. Selain itu nara sumber juga membagi tips-tips dalam menghadapi mahasiswa, khususnya mahasiswa yang introvert dan mahasiswa yang memiliki masalah keluarga. Lanjut beliau, setiap mahasiswa memili karakter dan kemampuan berbeda, oleh karena seorang dosen harus memahami dan memiliki kepekaan akan hal ini.

Beliau menambahkan bahwasanya perubahan zaman saat ini memiliki keunggulan dan kelemahan. Keunggulannya adalah sistem saat ini sudah lebih baik karena menggunakan online, adapun kelemahan yang dihadapi dengan sistem online adalah susahnya membangun hubungan batin antara dosen wali dan mahasiswa.

Beberapa peserta merespon acara workshop dengan berbagi pengalaman, memberikan masukan pelaksaan workshop, serta menjelaskan beberapa aspek yang menghambat pelaksanaan walistudi. Seperti yang diungkapkan oleh Muhammad Asyiq Amrullah, M.Ag dan Dr. Ratna. Pak Asyiq mengungkapkan bahwasanya pembimbingan wali studi untuk mahasiswa sulit berjalan ideal lantaran banyaknya jumlah mahasiswa diwalikan perdosen beserta kompleksitas masalahnya. Adapun Dr. Ratna menceritakan bahwa studi lanjutan yang dijalankan oleh dosen keluardaerah dan lamanya waktu studi membuat dosen kesulitan untuk mengikuti perkembangan mahasiswa.

Pembentukan suatu unit khusus menurut Dr. Atun sangat diperlukan untuk tercapainya hasil yang efektif dan dosen-dosen tidak terbebani hal-hal yang bersifat administratif, sehingga dosen dapat fokus dalam menjalankan fungsinya.

Semoga segala ikhtiar berbuah manis, semanis kurma di waktu berbuka.

Wabillahil Musta’an