Masih ingat kisah pilu setahun yang lalu? Gempa sempat meluluhlantakkan Pulau Lombok tercinta. Ribuan rumah dan ratusan masjid menjadi rusak, serta korban luka dan meninggal dunia yang tak sedikit jumlahnya.

Terkait dengan masjid yang menjadi korban gempa, Program Studi Ilmu Falak bekerja sama dengan Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) NTB mengadakan kegiatan berupa pengukuran/kalibrasi akurasi arah kiblat masjid pasca gempa. Kegiatan ini terlaksana di masjid yang terdapat di Desa Kekait Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat pada tanggal 25 April 2019.

Menurut M. Harpin Zuhdi, M.Ag selaku ketua Program Studi Ilmu Falak, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian lembaga terhadap pembangunan masjid pasca gempa. Selain kegiatan pengukuran arah kiblat, dalam kegiatan ini dibagikan jadwal imsakiyah Ramadhan 1440 H.

Semoga apa yang dilakukan menjadi berkah dan tercatat sebagai amal jariyah. Aamiin yaa Robb

“Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu.” (Part of QS:2:144)